My Destiny
Cast : Lee Hana, Luhan, Seulgi.
Genre : Romance
Length : One Shoot
Summary : “Keajaiban yang tak pernah
ku percayai benar-benar datang pada diriku sendiri. Takdir pun dapat berubah
sewaktu-waktu.”
-------------------------------------------------My
Destiny-----------------------------------------------
Awalnya hanya sebatas sahabat saja,
tapi entah mengapa perasaan ini perlahan-lahan berubah. Bagaimana bisa
seseorang mencintai sahabatnya sendiri. Entah gila atau apa mungkin. Tapi ini
yang di rasakan seorang wanita berumur 20 tahun bernama Lee Hana.
-Hana POV-
Aku sendiri tidak tau mengapa aku
menyukainya. Mungkin selama ini ia terlalu berbuat baik padaku sehingga
membuatku jatuh hati padanya. Tapi aku tidak yakin ia menyukaiku. Belakangan
ini aku juga sedikit jarang dengannya. Aku terlalu sibuk sebagai panitia dari
event Halloween di universitasku. Aku berkuliah di jurusan design sehingga membuat ku lebih mendesign acara ini. Yap! Design
interior. Bahkan aku di pilih sebagai ketua panitia event ini. Bayangkan
repotnya. Membuat aku jarang bertemu dengannya. Pria tampan dan selalu
membuatku tertawa. Luhan namanya. Menghiburku di saat ku sedih dan merasa
kehilangan. Ada di sisiku setiap saat. Kehangatan yang selalu aku rasakan.
Berteman dengannya selama 15 tahun membuatku benar-benar mengenal seorang
Luhan. Benar-benar dekat dengannya. Lengkap mungkin haha. Saat bersamanya
membuat hatiku merasa nyaman. Apakah ia menyukai juga?
“Lee Hana, jangan melamun saja. Awas
kau kerasukan setan.”
Suara itu adalah suara seorang Luhan.
Pria tampan idamanku.
“Apaan sih! Kau kan yang seperti
begitu.”
Hah, sayangnya belakangan ini Luhan
tampak aneh. Ia terkadang suka senyum sendiri, melamun nggak jelas dan jarang
membagi waktunya dengan ku lagi.
“Iya-iya aku minta maaf.”
“Lu.”
“Mmm?”
“Ada apa denganmu akhir-akhir ini? Kau
tampak aneh.”
“Kau akan tau nanti.” Luhan
mengucapkannya dengan senyuman manisnya.
“Apa kau sedang jatuh cinta?”
“Sepertinya begitu haha.”
“Kau sama denganku.”
“Kau sedang jatuh cinta dengan siapa?
Akhirnya sahabat ku ini bisa jatuh cinta juga.”
“Seseorang yang bisa membuatku
tersenyum dan nyaman.”
“Siapa?”
“Siapapun itu kau akan tahu nanti.”
“Ya!! Neo jeongmal!”
“Bisakah kau lebih peka sedikit Luhan.
Aku mencintaimu. Tapi aku takut. Benar-benar takut jika aku mengungkapkan
perasaanku kau malah menjauhiku atau kan sudah mencintai wanita lain.” Batin
Hana.
~~~~~~~
“Hana..”
“Wae??”
“Apa kau tahu aku sedang jatuh cinta?”
“Lalu??”
“Aku menyukai seorang wanita manis dan
baik hati. Namanya Park Seulgi.”
“Lalu??”
“Terkadang orang yang sedang jatuh
cinta akan lupa pada hal yang sedang dilakukannya.”
“Lalu??”
“Seperti halnya aku. Aku bisa
tersenyum sendiri tanpa otak ku mengontrol nya.”
“Lalu??”
“Hey!! Kau pendengar yang menyebalkan
yang jawabannya hanya lalu, lalu, dan lalu.”
“Habisnya aku tak tau mau menjawab
apa.”
Kata-kata yang menusuk hatiku. Apa aku
harus mundur? Tapi aku belum memulainya sama sekali. Benar firasatku. Ia jarang
menghabiskan waktunya denganku lagi sejak ia jatuh cinta pada Seulgi. Wanita
yang sangat-sangat aku benci. Bagaimana tidak? Dulu aku sempat berpacaran
dengan Byun Baekhyun tanpa sepengetahuan Luhan. Awalnya baik-baik saja tapi
lama kelamaan seperti ada yang mengganggu hubungan kita berdua. Saat ku cari
wanita itu. Dia adalah Seulgi. Bukan mengganggu sih. Tapi Baekhyun yang jatuh
cinta pada Seulgi. Mengapa semua pria menyukainya. Sedangkan aku? Mencari
seseorang yang benar-benar cinta padaku sangat sulit. Seulgi. Murah senyum, manis,
baik, dan lemah lembut. Wajar saja Luhan mencintainya. Dan aku yakin Seulgi
juga menyayangi Luhan.
~~~~~
“Luhan!!! Selamat yaa!!
“Selamat ya Seulgi.”
Saat aku memasuki gerbang sekolah
sudah terlihat grombolan di sebuah taman kecil yang memang di rancang oleh anak
design yang di percaya jika menyatakan cinta di sana akan di terima. Dan saat
aku mendengar kata-kata itu aku sudah yakin. Yakin bahwa Luhan sudah resmi
menjadi kekasih seorang Seulgi. Aku sempat bertatap mata dengan Luhan. Berusaha
memaksakan senyum itu sangat sulit di saat hati kita sedang menangis. Tapi aku
tetap berusaha agar Luhan tidak curiga. Aku juga tidak ingin merusak hubungan
seseorang. Aku meninggalkan tempat itu dengan bulir-bulir air mata yang
membasahi pipiku ini.
---------------------------------------------My
Destiny------------------------------------------------
Event Halloween pun akan di adakan
malam ini. Hana dan teman-temannya yang selaku panitia acara pun sibuk.
Berkeliaran di gedung universitas. Menyiapkan taman untuk di hias. Yap! Ini
juga urusan dari anak jurusan design.
“Bagaimana kalo kita membuat tempat
photoboth(lupa tulisannya)? Itu akan berguna untuk para couple atau para geng
di universitas ini.” Saran salah satu teman Hana.
“Sepertinya menarik. Kita akan
kembangkan makanan-makanan yang akan kita pajang dan berbagai macam acara yang
akan kita adakan.” Hana menambahkannya.
“Baiklah ayo kita kerja dari sekarang
persiapkan segala macam yang berhubungan dengan acara Halloween ini.”
“Fighting!!”
~~~~
Malam pun tiba. Acara Halloween pun
sudah di mulai. Saat memutari tempat dari event ini untuk sekedar mengecek
acara-acara ini, ia terpaku pada tempat photoboth. Seorang pria dan wanita.
Kedua orang itu adalah Luhan dan Seulgi. Berfoto dengan mesranya membuat
sedikit perasaan Hana memanas.
“Hana kau harus ingat acara ini
sepenuhnya di tanggung jawabkan pada dirimu jangan sampai dirimu sendiri yang
merusaknya. Untuk hari ini kau harus kuat.” Batin Hana.
Seolah tidak melihat Hana langsung
memutar tubuhnya karena Luhan menyadari bahwa Hana memperhatikannya sedari
tadi.
“Ya!! Lee Hana!!”
“Waee?? Apa kau tidak melihat kalau
aku sedang sibuk eoh?”
“Kau bisa kan luangkan waktumu
sebentar hanya sekedar untuk berbicara bersama saja.”
“Iya terserah kau saja.”
“Ini perkenalkan pacarku, Seulgi.”
Luhan mengenalkan Seulgi kepada Hana.
“Dan Seulgi, ini Hana, dia yang selalu
menemaniku selama aku belum memiliki seseorang yang special.” Luhan juga
mengenalkan Hana kepada Seulgi.
“Kau anggap aku apa selama ini eoh?”
Batin Hana.
“Eumm, bukannya kau mantan nya
Baekhyun ya?” Skatmatch. Pertanyaan Seulgi yang barusan ini membuat Hana muak.
“Iya kenapa?” Hana menjawab Seulgi
dingin.
“Lee Hana! Kenapa kau tidak pernah
bercerita padaku soal ini eoh?! Kenapa kau menyembunyikannya dariku?!”
“Jadi Luhan oppa belum tau?” Seulgi
yang polos pun kini diam karena takut salah bicara lagi.
“JAWAB HANA!! JAWAB!!” Luhan pun
berteriak karena tak mendapat jawaban dari Hana.
“Buat apa kau tau hah?! Buat apa aku
menceritakan masa laluku yang begitu pahit itu pada mu eoh?! Karena aku ingin
memastikan seberapa seriusnya dia padaku apa kau puas?! Itu hanya kenangan
pahit yang tak pernah aku lupakan. Ia putusin aku karena dia memilih Seulgi.
Aku yang tak berdaya pada saat itu dapat berbuat apa?! Kau jangan merusak
moodku. Apa kau tidak lihat semua fasilitas dan susunan acara ini sepenuhnya
tanggung jawabku?! Kau membuang waktu ku!!!” Hana yang sudah muak akan semua
ini meninggalkan mereka berdua.
~~~~~~~~~~~
“Oppa. Kau baik-baik saja?”
“Ne, maafkan kelakuannya. Dia memang
masih bersikap layaknya anak kecil.”
“Maafkan aku oppa. Aku tidak tau bakal
seperti ini.”
“Ini bukan salahmu. Aku hanya kecewa.
Dia anggap aku apa selama ini.”
“Aku akan minta maaf padanya.”
“Tidak usah. Tak ada gunanya. Biarkan
saja dia yang meminta maaf pada ku dan pada mu. Ia juga sudah menyakiti
perasaanmu.”
“Aku sedikit tidak yakin. Baiklah.”
~~~~~
“Bisakah aku pulang sekarang?”
“Baiklah. Sepertinya moodmu sedang
tidak baik hari ini.”
“Kau benar.”
“Hati-hati di jalan kau. Biar semua
urusan panitia aku yang tanggung jawab.”
“Baik. Gomawo.”
Meninggalkan acara yang belum selesai
mungkin bisa di sebut dengan orang yang tidak bertanggung jawab. Tapi daripada
menghancurkan acara ini lebih baik pulang saja kan? Pria yang selama ini
menemaninya malah menyakiti hatinya. Dunia memang kejam.
Tring~~
Bunyi itu menandakan ada pesan teks
yang masuk. Hana membukanya dan membacanya.
From : Luhan
Kau harus minta maaf pada Seulgi. Aku
tak mau tau. Kau sudah menyakiti perasaannya. Kalau kau tidak mau lebih baik
kita tidak usah saling kenal lagi. Kalau kau tidak mau memaafkanku tidak apa
asal kau minta maaf pada Seulgi.
“Hah…”
“Sampai kapanpun aku tak mau meminta
maaf padanya. Itu jauh lebih baik daripada aku harus mengenalmu malah merasakan
sakit.”
~~~~
Pagi yang cukup cerah sedikit membuat
Hana cukup ceria pagi hari ini. Hanya saja waktu pulang moodnya kembali lagi.
“LEE HANA!!”
“APA?! Bisa nggak sih kau liat aku
bahagia sehari saja eoh?”
“Ingat pesan ku kemarin malam.”
“Pesan apa?”
“Kau harus meminta maaf pada Seulgi.
Cari ia sekarang juga!”
“Ohh.. SEKARANG KAU SERING
MEMBENTAKKU!! KENAPA KAU MENJADI KASAR HAH?! KAU ANGGAP AKU APA 15 TAHUN INI
LUHAN!!!”
“KAU JUGA!! KAU ANGGAP AKU APA SAMPAI
KAU TIDAK MAU MENCERITAKANNYA PADAKU.”
“AKU PUNYA ALASAN TERSENDIRI! AKU
SUDAH JELASKAN PADAMU! APA ITU MASIH KURANG?! KAU BERUBAH. BENAR-BENAR BERUBAH.
LUHAN YANG DULU TIDAK SEKASAR INI. SEJAK KAPAN SEORANG LUHAN MENJADI KASAR? KAU
BUKAN ORANG YANG KUKENAL TAPI ORANG LAIN. ASAL KAU TAHU AKU MENCINTAI MU. AH
BUKAN TAPI KAU YANG DULU. ASAL KAU TAHU! AKU JATUH CINTA PADAMU. AKU SUDAH
MENERIMA KENYATAAN TAPI APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU HAH?! PERCUMA AKU MENCINTAI
MU. AKU TAHU SEMUA ORANG SAYANG DAN CINTA PADA SEULGI. IA MANIS BAIK TIDAK
SEPERTI AKU KAN?! ASAL KAU TAHU RASANYA DI KHIANATI OLEH PACAR SENDIRI ITU
SEPERTI APA HAH?! KENAPA SIH SEMUA ORANG MENCINTAI SEULGI. KENAPA SIH YANG
SELALU TERSAKITI ITU AKU KENAPAAA!!” Air mata Hana tumpah seketika.
“Maafkan aku. Tapi aku tidak yakin kau
mencintaiku.” Luhan mengatakan hal yang benar-benar tidak ia pikirkan. Otak nya
berusaha mencerna semua kata yang Hana keluarkan.
“Karena kau sudah memiliki SEULGI!
Percuma aku ngomong beribu-ribu kali untuk ngungkapin aku cinta sama kamu
karena kamu nggak bakal percaya sama aku. Mungkin aku terlalu mencintai mu dan
berharap lebih. Tapi setidaknya kau hargai sedikit perasaanku ini.”
“Bisakah kau tidak tumpahkan masalah
ini pada Seulgi, Hana???!! Dia tidak salah apa-apa. Dia tidak terlibat dalam
masalah ini.”
“MASA BODOH! AKU CAPEK BENAR-BENAR
CAPEK NGOMONG SAMA KAU LUHAN. KAU HANYA MEMBELA SEULGI, SEULGI DAN SEULGI.
KENAPA?! AKU TAHU KAU MENCINTAINYA TAPI BISAKAH KAU JAGA SEDIKIT PERASAANKU
INI?! APA KAU MENGANGGAP AKU INI MUSUHMU HAH?! JAWAB AKU LUHAN!
JJJAAAWWWAAABBB!!!”
“Tapi Hana ia sama sekali tidak
bermasalah dalam hal ini.”
“OH YA?! BUKTINYA APA?? DIA YANG
MEMBONGKAR SEMUA INI. HANYA GARA-GARA HAL SEPELE KAU JADI MEMBENTAKKU?! OH
SUNGGUH KAU BUKAN LUHAN!!! CARI DAN URUS SEULGI KESAYANGANMU ITU! JANGAN CARI
AKU! SEKALIPUN AKU SAKIT JANGAN CARI AKU KARENA MULAI DETIK INI JUGA AKU NGGAK
AKAN MENGANGGAPMU SEBAGAI SAHABATKU LAGI!! JAUHI AKU LUPAKAN AKU. JANGAN PERNAH
MENCARI KU ATAU MUNCUL DI HADAPANKU! AKU AKAN BERUSAHA MEMBUANG PERASAAN
CINTAKU JAUH-JAUH!! ANGGAP KITA TIDAK PERNAH KENAL SAMA SEKALI!”
“BAGAIMANA BISA KAU BERBICARA SEPERTI
INI HAH?! 15 TAHUN KITA BERSAHABAT LALU HANCUR HANYA KARENA INI?!!” Luhan yang
sudah cukup sabar menahan ocehan Hana pun mulai terbawa emosi kembali.
“YANG MEMULAI SIAPA HAH?!!! YANG
BERKATA SEPERTI ITU SIAPA? AKU TAK MAU MEMINTA MAAF PADA SEULGI SUDAH JELAS
KAN?! SAMPAI KAPANPUN TIDAK AKAN! KALAU SUDAH HANCUR MAU BAGAIMANA??!! JADI ABU
SAJA KAN SELESAI HAHA!!” Hana yang sudah malas berurusan dengan Luhan pun
meninggalkan pria itu.
“Ya!! LEE HANA!! Aku belum selesai
bicara!!”
Hana tak menghiraukannya. Air matanya
tak dapat berhenti. Ia tidak berniat untuk melihat kebelakang. Sudah cukup
penderitaannya selama ini. Sudah cukup ia di sakiti.
~~~~~
Krinnnggg~~~~
“Yeobseyo eomma?”
“……”
“Besok???!!”
“…..”
“Baiklah… Anyeong eomma.”
~~~~~
Incheon International Airport.
Terlihat seorang wanita yang membawa 2 koper. Melihat jadwal keberangkatan
menuju California.
“Selamat tinggal Seoul. Selamat
tinggal Luhan dan kenangan pahit ku disini.” Hana tersenyum pahit.
[Untuk pesawat menuju California akan
segera lepas landas di Incheon International Airport. Bersiaplah untuk memasuki
pesawat dan menikmati perjalanan anda menuju California.]
“Hah.. Memang Tuhan merencanakan hal
yang terbaik untuk ku. Semoga di California nanti hidupku bisa berubah.
Melupakan kenangan pahitku bersama Luhan di Seoul ini. Menghabiskan waktu untuk
menjadi seorang sarjana.”
~~~~~~~~~~~
“Hey kalian tau tidak?? Tadi aku
menguping pembicaraan guru-guru di ruang guru. Katanya Lee Hana pindah ke
California lho.”
“Iya aku juga mendengar seperti itu.
Wah dia benar-benar kaya ya.”
“Iya…”
Luhan yang lewat tak sengaja mendengar
pembicaraan mereka pun langsung menanyakan tentang Hana.
“Apa benar dia ke California??”
“Loh bukannya kau sahabatnya?
Bagaimana kau bisa tidak tau sih? Iya hari saja batang hidungnya tidak
terlihat.”
“Baiklah, gomawo.”
Luhan pun tampak bingung. Apa ini
semua karena dia? Tidak. Tapi ini permintaan eomma nya Hana. Eomma nya tau
bahwa Luhan sedang bertengkar dengan Hana, putrinya sendiri. Eomma nya mencoba
untuk membuat Hana tenang terlebih dahulu. Karena memang Hana sedikit bersikap
kurang dewasa karena ia selalu di manja. Luhan sedang bersama Seulgi di taman.
“Oppa, kau kenapa?”
“Tidak apa-apa.”
“Aku tau bahwa Hana pergi ke
California.”
“Iya.”
“Oppa, aku ingin mengatakan sesuatu
padamu.”
~~~~~~
3 years later~
Seorang wanita yang tidak asing
menginjakan kakinya kembali di tanah kelahirannya Seoul. Ya, dia Lee Hana.
Mungkin perasaan cinta dan sayang nya masih belum seutuhnya di lupakan. Mungkin
itu akan menjadi bagian untuk di kenangnya. Ia langsung menuju sebuah kafe. Ia
duduk sendiri sambil memainkan gadgetnya tapi seseorang duduk di sebelahnya.
“Anyeong..”
Suara yang sangat tidak asing baginya.
Ia memberhentikan aktifitasnya memainkan gadget dan melihat lawan bicaranya.
Bingo. Dia Luhan. Baru saja Hana menginjakan kakinya di Seoul, ia malah bertemu
dengan Luhan.
“Ne anyeong.”
“Kenapa kau meninggalkan ku? Tak
mengabari ku bahwa kau ke California.”
“Sudah ku bilang kan bahwa aku ingin
melupakanmu. Bagaimana kabarmu dengan Seulgi? Apa kalian sudah tunangan? Atau
kalian sudah menikah?”
“Tidak. Kita sudah putus 3 tahun yang
lalu tepat pada hari keberangkatanmu.”
“Waee???”
“Ia di jodohkan oleh kedua orang tua
nya. Mau tak mau aku harus menerimanya bukan?” Ntah mengapa, tak ada raut sedih
dari Luhan yang keluar. Hanya sebuah senyuman.
“Tapi mengapa kau terlihat bahagia?”
“Hahhh~ itu sudah 3 tahun Hana.
Bagaimana bisa aku tidak berusaha untuk move on untuk selama itu.”
“Bisa saja. Karena aku masih belum
bisa melupakanmu.”
“Selama 3 tahun ini, aku menunggumu.”
“Menungguku?”
“Iya setelah kau pergi aku merasakan
kehilangan. Di saat kau memarahiku rasanya hatiku benar-benar hancur. Aku baru
merasakan kehilangan di saat kau sudah benar-benar pergi. Memang penyesalan
selalu datang belakangan.”
“Kau tak usah berbohong!!” Hana
menjawabnya sambil memajukan bibirnya.
“Aku tak berbohong Lee Hana. Aku
mohon. Kali ini aku bukan meminta kau menjadi sahabatku ataupun pacarku.”
“Lalu apa??”
“Jadilah pendamping hidupku.”
Hana hanya membatu. Ia benar-benar
tidak percaya akan keajaiban yang ada. Tapi ini apa?
“Karena kau lah takdirku, Lee Hana.
Saranghae.”
“Nado saranghae Luhan.”
Chuuu~~~~~~

No comments:
Post a Comment