Wednesday, 17 September 2014

[Fanfiction] Lovely Nightmare (Sehun & Seulgi)





 Lovely Nightmare


Author : Sherlyirwti_ (IG and Twitter)
Cast : Sehun & Seulgi
Genre : Romance
Length : One Shoot

Terkadang sesuatu yang tidak kita inginkan benar-benar menjadi kenyataan yang buruk. Nightmare. Bisa saja di bilang seperti itu. Apa jadinya jika seorang yeoja manis dan kaya raya mempunyai mimpi yang benar-benar buruk dalam hidupnya? Sungguh malang nasib yeoja satu ini. Terutama dijodohkan oleh kedua orang tuanya di saat usia muda seperti ini. Mempunyai suami sangat merepotkan bagi yeoja satu ini. Ia tidak ingin menikah muda dan ia ingin melanjutkan study nya di Prancis(fashion designer). Tapi apa daya, dia memiliki suami yang sama sekali tidak menyayanginya. Sama sekali tidak memperhatikannya. Selalu pulang malam, dan jarang sekali membagi waktunya di rumah. Suami macam apa dia. Saat ini ia ingin meninggalkan tanah kelahirannya. Buat apa dia di Seoul kalau ia hanya di rumah tanpa melakukan kegiatan apapun? Membosankan. Toh orang tuanya mengizinkannya untuk pergi melanjutkan studynya di Prancis saat ia sudah menikah. Jadi kapanpun ia mau pergi boleh saja toh? Nama yeoja itu Park Seulgi.

“Seulgi-ah!! Kenapa kau tak membangunkanku eoh? Gara-gara kau aku jadi telat.”
“Ya!!! Aku sudah membangunkanmu daritadi tapi kau tidak bangun-bangun.”
“Terserahlah. Alasanmu saja cih.”
“YA!!! OH SEHUNNNNNNNNN!!!!!!”
“Heh yeoja gila. Aku ini suamimu, tidak sopan kau memanggilku seperti itu.”
“Terserahku. Toh aku tak mau mempunyai suami seperti kau.” Seulgi langsung meninggalkan Sehun, suaminya.
“Siapa juga yang mau mempunyai istri seperti kau!!” Sehun pun ikut berteriak.

Seulgi tidak mengubris teriakan Sehun sama sekali. Ia sudah terbiasa.

“Aku pergi kerja dulu.”
“Pulang malam lagi?”
“Hmmm..”

“Cihh! Dasar suami gila, bagaimana bisa dia pulang malam setiap hari eoh?” batin Seulgi.

Melakukan apa selain men-design baju-baju untuk butik barunya nanti. Ia berencana kalau dia tidak dapat melanjutkan studynya, ia akan membuka butik baju design dia sendiri.

Malam harinya~~~

00.00

“Aku pulang.”

Sehun masuk ke dalam kamar, melihat istrinya tertidur lelap. Ia sedikit kasian melihat keadaan istrinya ini. Tapi bagaimana? Ia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri. Ia tidak mencintai Seulgi sama sekali. Tapi ia akan berusaha membagi sedikit cintanya kepada Seulgi.

“Maafkan aku. Tapi aku tidak mencintaimu tapi aku menyukai seorang yeoja bernama Minra. Selama ini aku tidak terlalu lembur. Tapi aku memberikan waktuku untuknya. Maaf.” Batin Sehun.

Sehun pun membaringkan dirinya di sebelah Seulgi. Matanya pun perlahan tertutup dan akhirnya ia terlelap dalam tidurnya.

KRINNNGGGGG~~~~

Sehun bangun tepat pada waktunya. Tapi sepertinya kali ini tampak aneh. Apa yang sebenarnya terjadi? Ia lirik ke sebelahnya dan mendapatkan Seulgi masih tertidur. Tidak biasanya ia bangun jam segini. Sehun mengecek suhu tubuh Seulgi. Benar suhu tubuh Seulgi sangat tinggi, wajahnya merah pucat, bibirnya pun seperti itu. Sehun yang tak mengerti apa-apa langsung membawa Seulgi ke rumah sakit. Ia tak bisa menghubungi orang tuanya maupun dari Seulgi. Orangtua mereka sama-sama lagi sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.

----------------------------------------------------Lovely Nightmare-----------------------------------------

“Apa yang ia lakukan kemarin?” Uissa-nim bertanya kepada Sehun setelah mengecek kondisi Seulgi.
“Aku tak tau. Aku bekerja kemarin hingga malam.” Jawab Sehun dengan sedikit berbohong.
“Kau harus menjaganya. Kondisinya sangat sensitive/?, kemarin kalau saya ingat hari sedang hujan. Apa dia kehujanan?” Tanya uissa-nim.
“Aku benar-benar tidak tau.” Sehun tak tau harus menjawab apalagi.
“Dia akan di rawat inap selama 3 hari. Ia orang yang sangat lemah.”
“Baiklah, lakukan yang terbaik buat dia. Aku permisi dulu.”
“Baik, silahkan.”

------------

“Engghhh.. Dimana aku? Kenapa aku di pasang infus. Ahh, rumah sakit lagi. Sungguh membosankan. Kenapa tubuhku ini sangat lemah.” Ucap Seulgi.
“Kau sudah sadar?” Sehun masuk dan bertanya.
“Ya kau bisa lihat sendiri keadaanku.”
“Sudah sakit, masih bisa saja bersikap dingin cih.”
“Ngapain kau disini?”
“Memangnya kenapa?” ucap Sehun dingin.
“Kau kerja saja sana sampai larut malam. Dan kalau perlu tidak usah pulang saja sekalian.”
“Hey!! Kau itu tidak tau di untung atau apa?! Sudah untung aku mau perhatian padamu.”
“Aku tak butuh itu.”
“Kau ngapain saja hah sampai bisa sakit seperti ini??!!”
“Bukan urusanmu.”
“HEY!! Aku bertanya baik-baik denganmu!”
“Aku bertemu dengan Luhan saat berbelanja jadinya Luhan mengajakku untuk pergi berjalan-jalan. Saat mau pulang, langit sudah mendung. Di pertengahan jalan aku kehujanan. Puas?”
“Kau merepotkan saja.”
“Kau hanya perlu meninggalkanku. Arraseo?”
“Kalau bukan karena kau istriku aku tak akan mau.”
“Hah. Kenapa kau tidak minta cerai saja padaku? Urus pekerjaanmu atau mungkin kekasih hatimu cih.”
“Kau mau lihat aku di gunting oleh appa ku eoh?”
“Aku yang akan bertanggung jawab. Aku malas mempunyai suami seperti kau. Mungkin ini mimpi TERBURUK dalam hidupku.”
“YA!!!”
“Urus perceraian kita secepatnya. Dengan begitu aku bisa melanjutkan studi design ku di Prancis.”
“Are you crazy? Kau mau ke Prancis?!”
“Why not? This is my plan, and this is my world. Not your.”
“Aku tidak mengizinkanmu. Sangat tidak.”
“Ahhh sudahlah~ Aku capek berurusan denganmu. Pergi kerja saja kau. Aku bisa menelpon Airin untuk menemaniku.”
“Ok. Jangan kau mencariku!”
“Oh tidak akan!”

Brakk~

“Dasar pria sinting. Tutup pintu saja seperti itu. Ia pikir ini rumah nya apa. Rumah sakit seperti itu perlakuannya. How crazy he is! Ck.”

----------------------------------------------Lovely Nightmare-----------------------------------------------

“Anyeong oppa.”
“Anyeong chagi-ya.”
“Mengapa mukamu kusut begitu oppa?”
“Aku tak apa-apa.”
“Kau yakin?”
“Kau istirahat di apartemen ku saja.”
“Tidak terima kasih.”
“Ayolah~”
“Baiklah kalau kau memaksa..”
“Yeay!!!!”

SKIP

“Airin, mengapa aku bisa mempunyai suami segila dan sesinting dia sih.”
“Walaupun begitu dia tetap suamimu. Tapi aku tak pernah melihat suamimu.”
“Aku tak mau kau tau kalau aku mempunyai suami seperti dia. Cukup aku ceritakan saja.”
“Kau bahkan tidak memberi tau namanya.”
“Oh Sehun. Itu namanya.”
“AAAAAAAAAAPPPPAAAAAA?????!!!!!”
“Hey ini rumah sakit kau jangan berteriak seperti itu.”
“Maaf, tapi aku benar benar terkejut.”
“Memangnya kenapa?”
“Dia direktur di perusahaan aku bekerja.”
“Lalu???”
“Kau bilang dia selalu lembur kan??”
“Iyaaa.”
“Kita sudah pulang dari kantor sekitar jam setengah 7. Lalu aku lihat dia pergi bersama dengan seorang wanita yang selalu datang ke kantor sekitar jam 6. Aku pernah mengikutinya. Mereka pergi makan lalu ke apartemen wanita itu.”

DEG!
Tes tes tes…

“Seulgi gwenchana??”
“Nan gwe…cha…naa…” ucap Seulgi sambil menangis.
“Kau kenapa menangis?”
“Aku tak menyangka dia bisa membohongi istrinya sendiriii…”
“Sabar Seulgi.”
“Airin, seperti apa sih rasanya jatuh cinta?”
“Kau akan tau dari perasaanmu dan dirimu sendiri.”
“Jika kita melihat pria yang kita sayangi bersama dengan wanita lain apa itu akan terasa sakit Airin?”
“Aku rasa begitu.”
“Apa aku mulai jatuh cinta pada Oh Sehun.”
“Karena selama ini kau bersama dia. Mungkin saja itu terjadi.”
“Aku ingin bertemu dengan Oh Sehun sekarang. Ia pasti berada di apartemen wanita itu.”
“Tapi keadaanmu masih seperti ini.”
“Aku tak peduli.”
“Baiklah jika kau memaksa.”

---------------------------------------------Lovely Nightmare----------------------------------------------

Setelah mereka berdua sampai di apartemen Minra. Mereka meminta kunci yang ada di kamar 222 (Nomor kamar apartemen Minra) dengan alas an bahwa mereka adik dari Minra. Walaupun dengan tubuh yang masih di bilang lemah, tapi Seulgi tetap berusaha untuk kuat. Airin yang di sebelahnya sedikit merasa takut. Setelah mereka sampai dan berhasil membuka pintunya. Seulgi menerobos ke kamar Minra. Dan ternyata Minra dan Sehun lagi berciuman, dan baju Sehun sudah terbuka.

“Aaappaaa…yaannggg kalian lakukaann dii apartemeenn kuu..” Minra sedikit kaget.
“Aku yang harus bertanya. Kenapa kalian tidak menikah saja hah?” Seulgi menahan tangisnya dan tubuhnya masih lemah, suaranya pun serak. Airin membantu menjaga keseimbangan Seulgi.
“YAA!!! PARKSEULGI APA YAANGG KAUU LAKUKANN?!!!!”
“Aku hanya memastikan apa yang sedang terjadi dan apa alas an kau pulang malam selama ini. Jadi ini alasannya.”
“Hey dasar wanita gila.” Minra meneriaki Seulgi.
“Sudah Minra biar aku yang bicara padanya. SINI KAUU PULAANGGG!!” Teriak Sehun sambil menarik Seulgi.
“YA OH SEHUN!! KAU JANGAN BERSIKAP SEPERTI ITU PADA WANITA! APALAGI WANITA ITU SANGAT LEMAH!!!” Teriak Airin yang percuma tak di pedulikan oleh Sehun.
“Sekarang kau pergi dari apartemenku.”
“Dengan senang hati!”

------------------------------------------------------Lovely Nightmare--------------------------------------------------

“YA! PARK SEULGI BUAT APA KAU DATANG HAH?!!”
“AKU DATANG BUAT DIRIKU DAN MASA DEPANKU!”
“KAU BERANI SEKALI HAH?! BUKANKAH KAU BILANG SENDIRI KALAU KAU TAK AKAN MENCARI KU!”
“KALAU BEGITU AKU SALAH MENCARIMU BR*NGS*K!!”(maaf-_-)
“APA KAU BILANG??!!”

Plaaakk~

Sehun kemudian memandang tangannya.
“Apa yang sudah aku lakukan??” batin Sehun.
“TAMPAR AKU LAGI SEHUN!!!”
“Maafkan aku..”
“AKU MAU KITA CERAI!! BAGAIMANA JIKA WANITA ITU MENGHAMILI ANAKMU HAH?!! AKU TAK MAU DI MADU OLEH MU!! AKU BUKAN WANITA MURAHAN!!”
“Aku tak mau bercerai denganmu!!!”
“AKU YANG MAU!! AKU SUDAH MUAK SAMA HIDUPKU SEPERTI INI. LEBIH BAIK AKU MELANJUTKAN SEKOLAH DARIPADA MENIKAH DENGAN MU! AKU PIKIR DENGAN AKU BELAJAR MENCINTAIMU SETIDAKNYA RUMAH TANGGA INI AKAN MENJADI SEDIKIT HANGAT! TERNYATA APA?! LEMBUR? BOHONG! LEMBUR APANYA BERSAMA DENGAN WANITA ITU!!”

Sehun yang frustasi pun segera mencium Seulgi.

Chuuuu~

“Enghh.. Apa yang kau lakukan??!!” Protes Seulgi saat Sehun melepaskan ciumannya.
“Maafkan aku.” Ucap Sehun benar-benar merasa bersalah.
“Percuma kau minta maaf padaku. Keputusan ku sudah bulat, aku akan tetap menceraikanmu. Aku sudah melihat kejadian itu dengan mata kepala ku sendiri.”
“Tapi aku tak mau. Aku akan mempertahankan keluarga ini.”
“Kenapa tidak dari awal saja kau berkata jujur. Tidak perlu kau bohong bahwa kau lembur. Buat apa Oh Sehun???!!!”
“Aku tak bermaksud untuk bohong. Tapi aku juga tidak ingin menyakiti perasaanmu. Aku masi menganggap kau itu istriku!”
“Sudahlah tak usah mengelak. Cukup Oh Sehun!! Mungkin aku harus bersikap lebih dewasa tapi kau lebih bersikap layaknya seorang SUAMI!”

BRAKKK!!

Pintu kamar yang di tutup cukup keras oleh Seulgi. Sehun tak bisa menahan.

“Kenapa aku harus berbohong!! Arggghhh.. Kenapa akhirnya harus seperti ini!! Apa yang terjadi padaku!! Kenapa aku menjadi kacau seperti ini arrrrggghh!!!” batin Sehun.

----

Seulgi mengambil kopernya, memasukan beberapa baju yang paling ia sukai dan yang perlu ia gunakan saat pergi nanti. Ia menelpon salah satu travel agent langganannya.

“Pesankan aku tiket ke Prancis hari ini.”
“…”
“Terimakasih..”

Seulgi keluar diam-diam, ia ada meletakan map perceraiannya dengan selembar kertas hvs A4. Sehun sedang tidur di kamarnya. Ia meminta supirnya untuk mengantarkannya ke bandara. Awalnya supir itu menolak karena takut di marah oleh Sehun. Tetapi mau tidak mau ia harus menuruti perintah Seulgi juga.

SKIP

“Penerbangan menuju Prancis akan lepas landas pada pukul 20.00 KST.”

15 menit lagi ia akan meninggalkan Seoul.

“Selamat tinggal kenangan buruk yang aku lalui. Dan sampai bertemu lagi tanah kelahiranku.” Batin Seulgi sambil berjalan menuju pesawat.

-------------------------------------------Lovely Nightmare---------------------------------------------------

“ARRRRRGGGGHHHHHHH!!!!!!!!!!!”

Sehun mengacak-acak rambutnya frustasi melihat map dan secarik kertas yang ada di depannya.

“Begitu bodohnya aku mensia-siakan seseorang yang lebih berarti bagiku!!!! AAAAAAHHHH. Kenapa aku bisa seceroboh ini! Ia bahkan mencoba untuk mencintaimuuu OH SEHUNNNN!! Apa yang kau lakukannnnn!!!!!” Sehun marah pada dirinya sendiri.

3 Months Later

“Aku bilang jauhi aku MINRAA!”
“Kenapa 3 bulan ini kau bersikap seperti ini padaku!”
“Karena aku ingin menghargai istriku. Aku telah membuat kesalahan yang sangat besar padanya.”
“Lupakan saja dia!”
“Kau yang harus lupakan aku! Jangan dekati aku lagi. Masih banyak pria yang mau denganmu.”
“Aku mau kau oppaaa!!!!!!!”

Plakkk!

“Kenapa kau sekasar iniii eoh?!!”
“AKU SUDAH KATAKAN BERULANG KALI AGAR KAU JAUHI AKUUUU!!!”
“Kau jahat!! Aku benci padamuuu!!” Minra pun meninggalkan Sehun.

3 bulan ini tak ada kabar sama sekali dari Seulgi. Sehun mencoba menghubunginya tapi tak dapat balasan apapun. Sehun mengambil ponselnya.

“Aku pesan satu tiket ke Prancis hari ini juga.”
“…”
“Baik..”

2 jam lagi waktu keberangkatan ke Prancis. Sehun pulang dan mengambil kopernya dan memasukan pakaiannya dengan cepat. Ia pun menaiki mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Akhirnya ia sampai di bandara Incheon. Waktu keberangkatan sisa 30 menit.

“Tunggu aku Seulgi.” Batin Sehun.

-----
 France

“Hey Seulgi, how are you?”
“I’m fine..”
“What about your pregnancy?”
“Ahhh it’s okay. I will become a mother. I’m so glad.”
“Hahaha!! Okayy. Where is your husband?”
“In Seoul stephany.”
“Okay see you~ be careful at you way back to your apartment.”
“Yes, thank you..”

1 minggu saat Seulgi tinggal di Prancis, ia mual-mual dan merasa ada yang aneh padanya. Saat ia check up ke Rumah Sakit ternyata ia hamil. Mau tidak mau ia mengambil kursus bukan kuliah. 3 bulan ini perutnya sedikit membesar. Ia mengambil kursus hanya setengah tahun atau 6 bulan. Tapi satu hal yang ia tidak tau, Sehun datang untuk mencarinya.

----

Sehun akhirnya sampai Prancis. Ia memesan apartement yang sama dengan Seulgi. Dan kamar mereka pun bersebelahan. Mungkin Tuhan memiliki rencana untuk menyatukan mereka. 2 hari mereka tidak pernah berpas-pasan. Sehun mengelilingin kota Paris yang terkenal dengan menara eiffelnya.

“Ahhhh..”

Teriakan Seulgi terdengar hingga kamar Sehun. Walaupun kedap tetapi teriakan Seulgi masih bisa terdengar.

“Seperti suara Seulgi.”

Tok tok tokk..

Tak ada jawaban sama sekali. Sehun memikirkan kesukaan Seulgi. Pertama ia coba dengan namanya dan ternyata pintunya terbuka. Oh sungguh sebuah keajaiban. Sehun berlari menuju kamar tidur. Ia melihat Seulgi sedang memegang perutnya. Dan perutnya yang sedikit besar membuat Sehun sedikit heran.

“SEEUULLGGGII. Kau kenapa??”
“Kee..nnaa..ppaa kaa..uu aadddaa ddiii…ssiii..nniii??”
“Nanti saja aku jelaskan. Kita ke Rumah Sakit terlebih dahulu.”
“AAAhhh..”

Sehun menggopong Seulgi hingga keluar apartement dan mencari taksi. Setelah itu ia membawa Seulgi ke rumah sakit. Setelah menunggu 15 menit akhirnya dokter pun keluar.

“Doctor, how is her condition?”
“This is her first time.”
“What??”
“She’s pregnant.”
“Ahh yess.. Thank you..”
“She just need enough rest.. See you.” (bad English)

---

Sehun masuk ke ruangan inap Seulgi.

“Seulgi mianhaaee jeongmal miaannhaaeee..”
“Sudahlah, lupakan. Kau sudah tanda tangan surat cerai kita?”
“Aku tidak mau menceraikanmu dan aku tak mau kau menjadi single parent.”
“Taaapp..”

Chu~~~~~~~~~~~~~~

Seulgi sedikit tersenyum.

“Aku harap kau mau kembali.”
“Aku memaafkan mu dan aku akan kembali dengan satu syarat.”
“Apa?”
“Kau janji tidak akan mengulangi kesalahanmu untuk kedua kalinya.”
“Aku sangat berjanji..”
“Dan sebelum kita pulang aku ingin ke menara Eiffel.”
“Baiklahhh kita akan kesana setelah kau keluar dari rumah sakitttt..”
“Yeaaayyyy!!!!”

Tumben Seulgi tersenyum bahagia seperti ini di saat ia bersama Sehun. Sehun merasa hangat saat ia melihat Seulgi tersenyum. Baru pertama kali ini Sehun merasakan perasaan se-hangat dan se-bahagia ini. Mungkin Tuhan merencanakan semua ini untuk kebahagian mereka.

At Eiffel~

“AAAAAAA~ Oppaaaaaaa!!!!!! Aku senang sekali…”
“Tumben kau mau memanggil aku dengan sebutan oppa??”
“Eeeennggg????” Seulgi seketika salah tingkah.
“Haha… Sudahlah kau nikmati saja besok kita sudah balik.”
“Apakah secepat itu??”
“Iya, kau sedang hamil seperti ini bagaimana bisa berlama-lama.”
“Tapi apa kau dan Minra sudah tidak bersama lagi?”
“Aku yakin. Aku akan menjadi suami yang baik bagimu dan anak kita.”
----------------------------------------5 years later------------------------------------------

“EOOOOMMMAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!”
“Wae sayang??”
“Eomma, apa eoddiga?”
“Appa? Hmmm.. Appa lagi mandi..”
“Padahal Seulla(Seulra) mau minta appa ajalin Seulla nge-dance…”
“Besok saja yaa sayang..”
“Baik eomma Seulla yang cantiikkk..”

Seorang perempuan kecil telah lahir melengkapi keluarga nan sempurna ini. Apalagi Seulgi sedang hamil anak kedua nya lagi. Terkadang sesuatu yang menjadi mimpi buruk kita selama ini, akan terhapuskan oleh masa terindah kita yang tak pernah terlupakan. Masa lalu itu perlahan akan terhapuskan oleh keluarga kecil ini.

_END_

No comments:

Post a Comment