Wednesday, 17 September 2014

[Fanfiction] Lovely Nightmare (Sehun & Seulgi)





 Lovely Nightmare


Author : Sherlyirwti_ (IG and Twitter)
Cast : Sehun & Seulgi
Genre : Romance
Length : One Shoot

Terkadang sesuatu yang tidak kita inginkan benar-benar menjadi kenyataan yang buruk. Nightmare. Bisa saja di bilang seperti itu. Apa jadinya jika seorang yeoja manis dan kaya raya mempunyai mimpi yang benar-benar buruk dalam hidupnya? Sungguh malang nasib yeoja satu ini. Terutama dijodohkan oleh kedua orang tuanya di saat usia muda seperti ini. Mempunyai suami sangat merepotkan bagi yeoja satu ini. Ia tidak ingin menikah muda dan ia ingin melanjutkan study nya di Prancis(fashion designer). Tapi apa daya, dia memiliki suami yang sama sekali tidak menyayanginya. Sama sekali tidak memperhatikannya. Selalu pulang malam, dan jarang sekali membagi waktunya di rumah. Suami macam apa dia. Saat ini ia ingin meninggalkan tanah kelahirannya. Buat apa dia di Seoul kalau ia hanya di rumah tanpa melakukan kegiatan apapun? Membosankan. Toh orang tuanya mengizinkannya untuk pergi melanjutkan studynya di Prancis saat ia sudah menikah. Jadi kapanpun ia mau pergi boleh saja toh? Nama yeoja itu Park Seulgi.

“Seulgi-ah!! Kenapa kau tak membangunkanku eoh? Gara-gara kau aku jadi telat.”
“Ya!!! Aku sudah membangunkanmu daritadi tapi kau tidak bangun-bangun.”
“Terserahlah. Alasanmu saja cih.”
“YA!!! OH SEHUNNNNNNNNN!!!!!!”
“Heh yeoja gila. Aku ini suamimu, tidak sopan kau memanggilku seperti itu.”
“Terserahku. Toh aku tak mau mempunyai suami seperti kau.” Seulgi langsung meninggalkan Sehun, suaminya.
“Siapa juga yang mau mempunyai istri seperti kau!!” Sehun pun ikut berteriak.

Seulgi tidak mengubris teriakan Sehun sama sekali. Ia sudah terbiasa.

“Aku pergi kerja dulu.”
“Pulang malam lagi?”
“Hmmm..”

“Cihh! Dasar suami gila, bagaimana bisa dia pulang malam setiap hari eoh?” batin Seulgi.

Melakukan apa selain men-design baju-baju untuk butik barunya nanti. Ia berencana kalau dia tidak dapat melanjutkan studynya, ia akan membuka butik baju design dia sendiri.

Malam harinya~~~

00.00

“Aku pulang.”

Sehun masuk ke dalam kamar, melihat istrinya tertidur lelap. Ia sedikit kasian melihat keadaan istrinya ini. Tapi bagaimana? Ia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri. Ia tidak mencintai Seulgi sama sekali. Tapi ia akan berusaha membagi sedikit cintanya kepada Seulgi.

“Maafkan aku. Tapi aku tidak mencintaimu tapi aku menyukai seorang yeoja bernama Minra. Selama ini aku tidak terlalu lembur. Tapi aku memberikan waktuku untuknya. Maaf.” Batin Sehun.

Sehun pun membaringkan dirinya di sebelah Seulgi. Matanya pun perlahan tertutup dan akhirnya ia terlelap dalam tidurnya.

KRINNNGGGGG~~~~

Sehun bangun tepat pada waktunya. Tapi sepertinya kali ini tampak aneh. Apa yang sebenarnya terjadi? Ia lirik ke sebelahnya dan mendapatkan Seulgi masih tertidur. Tidak biasanya ia bangun jam segini. Sehun mengecek suhu tubuh Seulgi. Benar suhu tubuh Seulgi sangat tinggi, wajahnya merah pucat, bibirnya pun seperti itu. Sehun yang tak mengerti apa-apa langsung membawa Seulgi ke rumah sakit. Ia tak bisa menghubungi orang tuanya maupun dari Seulgi. Orangtua mereka sama-sama lagi sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.

----------------------------------------------------Lovely Nightmare-----------------------------------------

“Apa yang ia lakukan kemarin?” Uissa-nim bertanya kepada Sehun setelah mengecek kondisi Seulgi.
“Aku tak tau. Aku bekerja kemarin hingga malam.” Jawab Sehun dengan sedikit berbohong.
“Kau harus menjaganya. Kondisinya sangat sensitive/?, kemarin kalau saya ingat hari sedang hujan. Apa dia kehujanan?” Tanya uissa-nim.
“Aku benar-benar tidak tau.” Sehun tak tau harus menjawab apalagi.
“Dia akan di rawat inap selama 3 hari. Ia orang yang sangat lemah.”
“Baiklah, lakukan yang terbaik buat dia. Aku permisi dulu.”
“Baik, silahkan.”

------------

“Engghhh.. Dimana aku? Kenapa aku di pasang infus. Ahh, rumah sakit lagi. Sungguh membosankan. Kenapa tubuhku ini sangat lemah.” Ucap Seulgi.
“Kau sudah sadar?” Sehun masuk dan bertanya.
“Ya kau bisa lihat sendiri keadaanku.”
“Sudah sakit, masih bisa saja bersikap dingin cih.”
“Ngapain kau disini?”
“Memangnya kenapa?” ucap Sehun dingin.
“Kau kerja saja sana sampai larut malam. Dan kalau perlu tidak usah pulang saja sekalian.”
“Hey!! Kau itu tidak tau di untung atau apa?! Sudah untung aku mau perhatian padamu.”
“Aku tak butuh itu.”
“Kau ngapain saja hah sampai bisa sakit seperti ini??!!”
“Bukan urusanmu.”
“HEY!! Aku bertanya baik-baik denganmu!”
“Aku bertemu dengan Luhan saat berbelanja jadinya Luhan mengajakku untuk pergi berjalan-jalan. Saat mau pulang, langit sudah mendung. Di pertengahan jalan aku kehujanan. Puas?”
“Kau merepotkan saja.”
“Kau hanya perlu meninggalkanku. Arraseo?”
“Kalau bukan karena kau istriku aku tak akan mau.”
“Hah. Kenapa kau tidak minta cerai saja padaku? Urus pekerjaanmu atau mungkin kekasih hatimu cih.”
“Kau mau lihat aku di gunting oleh appa ku eoh?”
“Aku yang akan bertanggung jawab. Aku malas mempunyai suami seperti kau. Mungkin ini mimpi TERBURUK dalam hidupku.”
“YA!!!”
“Urus perceraian kita secepatnya. Dengan begitu aku bisa melanjutkan studi design ku di Prancis.”
“Are you crazy? Kau mau ke Prancis?!”
“Why not? This is my plan, and this is my world. Not your.”
“Aku tidak mengizinkanmu. Sangat tidak.”
“Ahhh sudahlah~ Aku capek berurusan denganmu. Pergi kerja saja kau. Aku bisa menelpon Airin untuk menemaniku.”
“Ok. Jangan kau mencariku!”
“Oh tidak akan!”

Brakk~

“Dasar pria sinting. Tutup pintu saja seperti itu. Ia pikir ini rumah nya apa. Rumah sakit seperti itu perlakuannya. How crazy he is! Ck.”

----------------------------------------------Lovely Nightmare-----------------------------------------------

“Anyeong oppa.”
“Anyeong chagi-ya.”
“Mengapa mukamu kusut begitu oppa?”
“Aku tak apa-apa.”
“Kau yakin?”
“Kau istirahat di apartemen ku saja.”
“Tidak terima kasih.”
“Ayolah~”
“Baiklah kalau kau memaksa..”
“Yeay!!!!”

SKIP

“Airin, mengapa aku bisa mempunyai suami segila dan sesinting dia sih.”
“Walaupun begitu dia tetap suamimu. Tapi aku tak pernah melihat suamimu.”
“Aku tak mau kau tau kalau aku mempunyai suami seperti dia. Cukup aku ceritakan saja.”
“Kau bahkan tidak memberi tau namanya.”
“Oh Sehun. Itu namanya.”
“AAAAAAAAAAPPPPAAAAAA?????!!!!!”
“Hey ini rumah sakit kau jangan berteriak seperti itu.”
“Maaf, tapi aku benar benar terkejut.”
“Memangnya kenapa?”
“Dia direktur di perusahaan aku bekerja.”
“Lalu???”
“Kau bilang dia selalu lembur kan??”
“Iyaaa.”
“Kita sudah pulang dari kantor sekitar jam setengah 7. Lalu aku lihat dia pergi bersama dengan seorang wanita yang selalu datang ke kantor sekitar jam 6. Aku pernah mengikutinya. Mereka pergi makan lalu ke apartemen wanita itu.”

DEG!
Tes tes tes…

“Seulgi gwenchana??”
“Nan gwe…cha…naa…” ucap Seulgi sambil menangis.
“Kau kenapa menangis?”
“Aku tak menyangka dia bisa membohongi istrinya sendiriii…”
“Sabar Seulgi.”
“Airin, seperti apa sih rasanya jatuh cinta?”
“Kau akan tau dari perasaanmu dan dirimu sendiri.”
“Jika kita melihat pria yang kita sayangi bersama dengan wanita lain apa itu akan terasa sakit Airin?”
“Aku rasa begitu.”
“Apa aku mulai jatuh cinta pada Oh Sehun.”
“Karena selama ini kau bersama dia. Mungkin saja itu terjadi.”
“Aku ingin bertemu dengan Oh Sehun sekarang. Ia pasti berada di apartemen wanita itu.”
“Tapi keadaanmu masih seperti ini.”
“Aku tak peduli.”
“Baiklah jika kau memaksa.”

---------------------------------------------Lovely Nightmare----------------------------------------------

Setelah mereka berdua sampai di apartemen Minra. Mereka meminta kunci yang ada di kamar 222 (Nomor kamar apartemen Minra) dengan alas an bahwa mereka adik dari Minra. Walaupun dengan tubuh yang masih di bilang lemah, tapi Seulgi tetap berusaha untuk kuat. Airin yang di sebelahnya sedikit merasa takut. Setelah mereka sampai dan berhasil membuka pintunya. Seulgi menerobos ke kamar Minra. Dan ternyata Minra dan Sehun lagi berciuman, dan baju Sehun sudah terbuka.

“Aaappaaa…yaannggg kalian lakukaann dii apartemeenn kuu..” Minra sedikit kaget.
“Aku yang harus bertanya. Kenapa kalian tidak menikah saja hah?” Seulgi menahan tangisnya dan tubuhnya masih lemah, suaranya pun serak. Airin membantu menjaga keseimbangan Seulgi.
“YAA!!! PARKSEULGI APA YAANGG KAUU LAKUKANN?!!!!”
“Aku hanya memastikan apa yang sedang terjadi dan apa alas an kau pulang malam selama ini. Jadi ini alasannya.”
“Hey dasar wanita gila.” Minra meneriaki Seulgi.
“Sudah Minra biar aku yang bicara padanya. SINI KAUU PULAANGGG!!” Teriak Sehun sambil menarik Seulgi.
“YA OH SEHUN!! KAU JANGAN BERSIKAP SEPERTI ITU PADA WANITA! APALAGI WANITA ITU SANGAT LEMAH!!!” Teriak Airin yang percuma tak di pedulikan oleh Sehun.
“Sekarang kau pergi dari apartemenku.”
“Dengan senang hati!”

------------------------------------------------------Lovely Nightmare--------------------------------------------------

“YA! PARK SEULGI BUAT APA KAU DATANG HAH?!!”
“AKU DATANG BUAT DIRIKU DAN MASA DEPANKU!”
“KAU BERANI SEKALI HAH?! BUKANKAH KAU BILANG SENDIRI KALAU KAU TAK AKAN MENCARI KU!”
“KALAU BEGITU AKU SALAH MENCARIMU BR*NGS*K!!”(maaf-_-)
“APA KAU BILANG??!!”

Plaaakk~

Sehun kemudian memandang tangannya.
“Apa yang sudah aku lakukan??” batin Sehun.
“TAMPAR AKU LAGI SEHUN!!!”
“Maafkan aku..”
“AKU MAU KITA CERAI!! BAGAIMANA JIKA WANITA ITU MENGHAMILI ANAKMU HAH?!! AKU TAK MAU DI MADU OLEH MU!! AKU BUKAN WANITA MURAHAN!!”
“Aku tak mau bercerai denganmu!!!”
“AKU YANG MAU!! AKU SUDAH MUAK SAMA HIDUPKU SEPERTI INI. LEBIH BAIK AKU MELANJUTKAN SEKOLAH DARIPADA MENIKAH DENGAN MU! AKU PIKIR DENGAN AKU BELAJAR MENCINTAIMU SETIDAKNYA RUMAH TANGGA INI AKAN MENJADI SEDIKIT HANGAT! TERNYATA APA?! LEMBUR? BOHONG! LEMBUR APANYA BERSAMA DENGAN WANITA ITU!!”

Sehun yang frustasi pun segera mencium Seulgi.

Chuuuu~

“Enghh.. Apa yang kau lakukan??!!” Protes Seulgi saat Sehun melepaskan ciumannya.
“Maafkan aku.” Ucap Sehun benar-benar merasa bersalah.
“Percuma kau minta maaf padaku. Keputusan ku sudah bulat, aku akan tetap menceraikanmu. Aku sudah melihat kejadian itu dengan mata kepala ku sendiri.”
“Tapi aku tak mau. Aku akan mempertahankan keluarga ini.”
“Kenapa tidak dari awal saja kau berkata jujur. Tidak perlu kau bohong bahwa kau lembur. Buat apa Oh Sehun???!!!”
“Aku tak bermaksud untuk bohong. Tapi aku juga tidak ingin menyakiti perasaanmu. Aku masi menganggap kau itu istriku!”
“Sudahlah tak usah mengelak. Cukup Oh Sehun!! Mungkin aku harus bersikap lebih dewasa tapi kau lebih bersikap layaknya seorang SUAMI!”

BRAKKK!!

Pintu kamar yang di tutup cukup keras oleh Seulgi. Sehun tak bisa menahan.

“Kenapa aku harus berbohong!! Arggghhh.. Kenapa akhirnya harus seperti ini!! Apa yang terjadi padaku!! Kenapa aku menjadi kacau seperti ini arrrrggghh!!!” batin Sehun.

----

Seulgi mengambil kopernya, memasukan beberapa baju yang paling ia sukai dan yang perlu ia gunakan saat pergi nanti. Ia menelpon salah satu travel agent langganannya.

“Pesankan aku tiket ke Prancis hari ini.”
“…”
“Terimakasih..”

Seulgi keluar diam-diam, ia ada meletakan map perceraiannya dengan selembar kertas hvs A4. Sehun sedang tidur di kamarnya. Ia meminta supirnya untuk mengantarkannya ke bandara. Awalnya supir itu menolak karena takut di marah oleh Sehun. Tetapi mau tidak mau ia harus menuruti perintah Seulgi juga.

SKIP

“Penerbangan menuju Prancis akan lepas landas pada pukul 20.00 KST.”

15 menit lagi ia akan meninggalkan Seoul.

“Selamat tinggal kenangan buruk yang aku lalui. Dan sampai bertemu lagi tanah kelahiranku.” Batin Seulgi sambil berjalan menuju pesawat.

-------------------------------------------Lovely Nightmare---------------------------------------------------

“ARRRRRGGGGHHHHHHH!!!!!!!!!!!”

Sehun mengacak-acak rambutnya frustasi melihat map dan secarik kertas yang ada di depannya.

“Begitu bodohnya aku mensia-siakan seseorang yang lebih berarti bagiku!!!! AAAAAAHHHH. Kenapa aku bisa seceroboh ini! Ia bahkan mencoba untuk mencintaimuuu OH SEHUNNNN!! Apa yang kau lakukannnnn!!!!!” Sehun marah pada dirinya sendiri.

3 Months Later

“Aku bilang jauhi aku MINRAA!”
“Kenapa 3 bulan ini kau bersikap seperti ini padaku!”
“Karena aku ingin menghargai istriku. Aku telah membuat kesalahan yang sangat besar padanya.”
“Lupakan saja dia!”
“Kau yang harus lupakan aku! Jangan dekati aku lagi. Masih banyak pria yang mau denganmu.”
“Aku mau kau oppaaa!!!!!!!”

Plakkk!

“Kenapa kau sekasar iniii eoh?!!”
“AKU SUDAH KATAKAN BERULANG KALI AGAR KAU JAUHI AKUUUU!!!”
“Kau jahat!! Aku benci padamuuu!!” Minra pun meninggalkan Sehun.

3 bulan ini tak ada kabar sama sekali dari Seulgi. Sehun mencoba menghubunginya tapi tak dapat balasan apapun. Sehun mengambil ponselnya.

“Aku pesan satu tiket ke Prancis hari ini juga.”
“…”
“Baik..”

2 jam lagi waktu keberangkatan ke Prancis. Sehun pulang dan mengambil kopernya dan memasukan pakaiannya dengan cepat. Ia pun menaiki mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Akhirnya ia sampai di bandara Incheon. Waktu keberangkatan sisa 30 menit.

“Tunggu aku Seulgi.” Batin Sehun.

-----
 France

“Hey Seulgi, how are you?”
“I’m fine..”
“What about your pregnancy?”
“Ahhh it’s okay. I will become a mother. I’m so glad.”
“Hahaha!! Okayy. Where is your husband?”
“In Seoul stephany.”
“Okay see you~ be careful at you way back to your apartment.”
“Yes, thank you..”

1 minggu saat Seulgi tinggal di Prancis, ia mual-mual dan merasa ada yang aneh padanya. Saat ia check up ke Rumah Sakit ternyata ia hamil. Mau tidak mau ia mengambil kursus bukan kuliah. 3 bulan ini perutnya sedikit membesar. Ia mengambil kursus hanya setengah tahun atau 6 bulan. Tapi satu hal yang ia tidak tau, Sehun datang untuk mencarinya.

----

Sehun akhirnya sampai Prancis. Ia memesan apartement yang sama dengan Seulgi. Dan kamar mereka pun bersebelahan. Mungkin Tuhan memiliki rencana untuk menyatukan mereka. 2 hari mereka tidak pernah berpas-pasan. Sehun mengelilingin kota Paris yang terkenal dengan menara eiffelnya.

“Ahhhh..”

Teriakan Seulgi terdengar hingga kamar Sehun. Walaupun kedap tetapi teriakan Seulgi masih bisa terdengar.

“Seperti suara Seulgi.”

Tok tok tokk..

Tak ada jawaban sama sekali. Sehun memikirkan kesukaan Seulgi. Pertama ia coba dengan namanya dan ternyata pintunya terbuka. Oh sungguh sebuah keajaiban. Sehun berlari menuju kamar tidur. Ia melihat Seulgi sedang memegang perutnya. Dan perutnya yang sedikit besar membuat Sehun sedikit heran.

“SEEUULLGGGII. Kau kenapa??”
“Kee..nnaa..ppaa kaa..uu aadddaa ddiii…ssiii..nniii??”
“Nanti saja aku jelaskan. Kita ke Rumah Sakit terlebih dahulu.”
“AAAhhh..”

Sehun menggopong Seulgi hingga keluar apartement dan mencari taksi. Setelah itu ia membawa Seulgi ke rumah sakit. Setelah menunggu 15 menit akhirnya dokter pun keluar.

“Doctor, how is her condition?”
“This is her first time.”
“What??”
“She’s pregnant.”
“Ahh yess.. Thank you..”
“She just need enough rest.. See you.” (bad English)

---

Sehun masuk ke ruangan inap Seulgi.

“Seulgi mianhaaee jeongmal miaannhaaeee..”
“Sudahlah, lupakan. Kau sudah tanda tangan surat cerai kita?”
“Aku tidak mau menceraikanmu dan aku tak mau kau menjadi single parent.”
“Taaapp..”

Chu~~~~~~~~~~~~~~

Seulgi sedikit tersenyum.

“Aku harap kau mau kembali.”
“Aku memaafkan mu dan aku akan kembali dengan satu syarat.”
“Apa?”
“Kau janji tidak akan mengulangi kesalahanmu untuk kedua kalinya.”
“Aku sangat berjanji..”
“Dan sebelum kita pulang aku ingin ke menara Eiffel.”
“Baiklahhh kita akan kesana setelah kau keluar dari rumah sakitttt..”
“Yeaaayyyy!!!!”

Tumben Seulgi tersenyum bahagia seperti ini di saat ia bersama Sehun. Sehun merasa hangat saat ia melihat Seulgi tersenyum. Baru pertama kali ini Sehun merasakan perasaan se-hangat dan se-bahagia ini. Mungkin Tuhan merencanakan semua ini untuk kebahagian mereka.

At Eiffel~

“AAAAAAA~ Oppaaaaaaa!!!!!! Aku senang sekali…”
“Tumben kau mau memanggil aku dengan sebutan oppa??”
“Eeeennggg????” Seulgi seketika salah tingkah.
“Haha… Sudahlah kau nikmati saja besok kita sudah balik.”
“Apakah secepat itu??”
“Iya, kau sedang hamil seperti ini bagaimana bisa berlama-lama.”
“Tapi apa kau dan Minra sudah tidak bersama lagi?”
“Aku yakin. Aku akan menjadi suami yang baik bagimu dan anak kita.”
----------------------------------------5 years later------------------------------------------

“EOOOOMMMAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!”
“Wae sayang??”
“Eomma, apa eoddiga?”
“Appa? Hmmm.. Appa lagi mandi..”
“Padahal Seulla(Seulra) mau minta appa ajalin Seulla nge-dance…”
“Besok saja yaa sayang..”
“Baik eomma Seulla yang cantiikkk..”

Seorang perempuan kecil telah lahir melengkapi keluarga nan sempurna ini. Apalagi Seulgi sedang hamil anak kedua nya lagi. Terkadang sesuatu yang menjadi mimpi buruk kita selama ini, akan terhapuskan oleh masa terindah kita yang tak pernah terlupakan. Masa lalu itu perlahan akan terhapuskan oleh keluarga kecil ini.

_END_

Tuesday, 16 September 2014

[Fanfiction] My Destiny ( Luhan & Lee Hana)

My Destiny

Cast : Lee Hana, Luhan, Seulgi.
Genre : Romance
Length : One Shoot
Summary : “Keajaiban yang tak pernah ku percayai benar-benar datang pada diriku sendiri. Takdir pun dapat berubah sewaktu-waktu.”

-------------------------------------------------My Destiny-----------------------------------------------

Awalnya hanya sebatas sahabat saja, tapi entah mengapa perasaan ini perlahan-lahan berubah. Bagaimana bisa seseorang mencintai sahabatnya sendiri. Entah gila atau apa mungkin. Tapi ini yang di rasakan seorang wanita berumur 20 tahun bernama Lee Hana.
-Hana POV-

Aku sendiri tidak tau mengapa aku menyukainya. Mungkin selama ini ia terlalu berbuat baik padaku sehingga membuatku jatuh hati padanya. Tapi aku tidak yakin ia menyukaiku. Belakangan ini aku juga sedikit jarang dengannya. Aku terlalu sibuk sebagai panitia dari event Halloween di universitasku. Aku berkuliah di jurusan design sehingga membuat ku lebih mendesign acara ini. Yap! Design interior. Bahkan aku di pilih sebagai ketua panitia event ini. Bayangkan repotnya. Membuat aku jarang bertemu dengannya. Pria tampan dan selalu membuatku tertawa. Luhan namanya. Menghiburku di saat ku sedih dan merasa kehilangan. Ada di sisiku setiap saat. Kehangatan yang selalu aku rasakan. Berteman dengannya selama 15 tahun membuatku benar-benar mengenal seorang Luhan. Benar-benar dekat dengannya. Lengkap mungkin haha. Saat bersamanya membuat hatiku merasa nyaman. Apakah ia menyukai juga?

“Lee Hana, jangan melamun saja. Awas kau kerasukan setan.”

Suara itu adalah suara seorang Luhan. Pria tampan idamanku.

“Apaan sih! Kau kan yang seperti begitu.”

Hah, sayangnya belakangan ini Luhan tampak aneh. Ia terkadang suka senyum sendiri, melamun nggak jelas dan jarang membagi waktunya dengan ku lagi.

“Iya-iya aku minta maaf.”
“Lu.”
“Mmm?”
“Ada apa denganmu akhir-akhir ini? Kau tampak aneh.”
“Kau akan tau nanti.” Luhan mengucapkannya dengan senyuman manisnya.
“Apa kau sedang jatuh cinta?”
“Sepertinya begitu haha.”
“Kau sama denganku.”
“Kau sedang jatuh cinta dengan siapa? Akhirnya sahabat ku ini bisa jatuh cinta juga.”
“Seseorang yang bisa membuatku tersenyum dan nyaman.”
“Siapa?”
“Siapapun itu kau akan tahu nanti.”
“Ya!! Neo jeongmal!”
“Bisakah kau lebih peka sedikit Luhan. Aku mencintaimu. Tapi aku takut. Benar-benar takut jika aku mengungkapkan perasaanku kau malah menjauhiku atau kan sudah mencintai wanita lain.” Batin Hana.

~~~~~~~
“Hana..”
“Wae??”
“Apa kau tahu aku sedang jatuh cinta?”
“Lalu??”
“Aku menyukai seorang wanita manis dan baik hati. Namanya Park Seulgi.”
“Lalu??”
“Terkadang orang yang sedang jatuh cinta akan lupa pada hal yang sedang dilakukannya.”
“Lalu??”
“Seperti halnya aku. Aku bisa tersenyum sendiri tanpa otak ku mengontrol nya.”
“Lalu??”
“Hey!! Kau pendengar yang menyebalkan yang jawabannya hanya lalu, lalu, dan lalu.”
“Habisnya aku tak tau mau menjawab apa.”

Kata-kata yang menusuk hatiku. Apa aku harus mundur? Tapi aku belum memulainya sama sekali. Benar firasatku. Ia jarang menghabiskan waktunya denganku lagi sejak ia jatuh cinta pada Seulgi. Wanita yang sangat-sangat aku benci. Bagaimana tidak? Dulu aku sempat berpacaran dengan Byun Baekhyun tanpa sepengetahuan Luhan. Awalnya baik-baik saja tapi lama kelamaan seperti ada yang mengganggu hubungan kita berdua. Saat ku cari wanita itu. Dia adalah Seulgi. Bukan mengganggu sih. Tapi Baekhyun yang jatuh cinta pada Seulgi. Mengapa semua pria menyukainya. Sedangkan aku? Mencari seseorang yang benar-benar cinta padaku sangat sulit. Seulgi. Murah senyum, manis, baik, dan lemah lembut. Wajar saja Luhan mencintainya. Dan aku yakin Seulgi juga menyayangi Luhan.

~~~~~
“Luhan!!! Selamat yaa!!
“Selamat ya Seulgi.”

Saat aku memasuki gerbang sekolah sudah terlihat grombolan di sebuah taman kecil yang memang di rancang oleh anak design yang di percaya jika menyatakan cinta di sana akan di terima. Dan saat aku mendengar kata-kata itu aku sudah yakin. Yakin bahwa Luhan sudah resmi menjadi kekasih seorang Seulgi. Aku sempat bertatap mata dengan Luhan. Berusaha memaksakan senyum itu sangat sulit di saat hati kita sedang menangis. Tapi aku tetap berusaha agar Luhan tidak curiga. Aku juga tidak ingin merusak hubungan seseorang. Aku meninggalkan tempat itu dengan bulir-bulir air mata yang membasahi pipiku ini.

---------------------------------------------My Destiny------------------------------------------------
Event Halloween pun akan di adakan malam ini. Hana dan teman-temannya yang selaku panitia acara pun sibuk. Berkeliaran di gedung universitas. Menyiapkan taman untuk di hias. Yap! Ini juga urusan dari anak jurusan design.

“Bagaimana kalo kita membuat tempat photoboth(lupa tulisannya)? Itu akan berguna untuk para couple atau para geng di universitas ini.” Saran salah satu teman Hana.
“Sepertinya menarik. Kita akan kembangkan makanan-makanan yang akan kita pajang dan berbagai macam acara yang akan kita adakan.” Hana menambahkannya.
“Baiklah ayo kita kerja dari sekarang persiapkan segala macam yang berhubungan dengan acara Halloween ini.”
“Fighting!!”

~~~~
Malam pun tiba. Acara Halloween pun sudah di mulai. Saat memutari tempat dari event ini untuk sekedar mengecek acara-acara ini, ia terpaku pada tempat photoboth. Seorang pria dan wanita. Kedua orang itu adalah Luhan dan Seulgi. Berfoto dengan mesranya membuat sedikit perasaan Hana memanas.

“Hana kau harus ingat acara ini sepenuhnya di tanggung jawabkan pada dirimu jangan sampai dirimu sendiri yang merusaknya. Untuk hari ini kau harus kuat.” Batin Hana.

Seolah tidak melihat Hana langsung memutar tubuhnya karena Luhan menyadari bahwa Hana memperhatikannya sedari tadi.

“Ya!! Lee Hana!!”
“Waee?? Apa kau tidak melihat kalau aku sedang sibuk eoh?”
“Kau bisa kan luangkan waktumu sebentar hanya sekedar untuk berbicara bersama saja.”
“Iya terserah kau saja.”
“Ini perkenalkan pacarku, Seulgi.” Luhan mengenalkan Seulgi kepada Hana.
“Dan Seulgi, ini Hana, dia yang selalu menemaniku selama aku belum memiliki seseorang yang special.” Luhan juga mengenalkan Hana kepada Seulgi.
“Kau anggap aku apa selama ini eoh?” Batin Hana.
“Eumm, bukannya kau mantan nya Baekhyun ya?” Skatmatch. Pertanyaan Seulgi yang barusan ini membuat Hana muak.
“Iya kenapa?” Hana menjawab Seulgi dingin.
“Lee Hana! Kenapa kau tidak pernah bercerita padaku soal ini eoh?! Kenapa kau menyembunyikannya dariku?!”
“Jadi Luhan oppa belum tau?” Seulgi yang polos pun kini diam karena takut salah bicara lagi.
“JAWAB HANA!! JAWAB!!” Luhan pun berteriak karena tak mendapat jawaban dari Hana.
“Buat apa kau tau hah?! Buat apa aku menceritakan masa laluku yang begitu pahit itu pada mu eoh?! Karena aku ingin memastikan seberapa seriusnya dia padaku apa kau puas?! Itu hanya kenangan pahit yang tak pernah aku lupakan. Ia putusin aku karena dia memilih Seulgi. Aku yang tak berdaya pada saat itu dapat berbuat apa?! Kau jangan merusak moodku. Apa kau tidak lihat semua fasilitas dan susunan acara ini sepenuhnya tanggung jawabku?! Kau membuang waktu ku!!!” Hana yang sudah muak akan semua ini meninggalkan mereka berdua.

~~~~~~~~~~~
“Oppa. Kau baik-baik saja?”
“Ne, maafkan kelakuannya. Dia memang masih bersikap layaknya anak kecil.”
“Maafkan aku oppa. Aku tidak tau bakal seperti ini.”
“Ini bukan salahmu. Aku hanya kecewa. Dia anggap aku apa selama ini.”
“Aku akan minta maaf padanya.”
“Tidak usah. Tak ada gunanya. Biarkan saja dia yang meminta maaf pada ku dan pada mu. Ia juga sudah menyakiti perasaanmu.”
“Aku sedikit tidak yakin. Baiklah.”

~~~~~
“Bisakah aku pulang sekarang?”
“Baiklah. Sepertinya moodmu sedang tidak baik hari ini.”
“Kau benar.”
“Hati-hati di jalan kau. Biar semua urusan panitia aku yang tanggung jawab.”
“Baik. Gomawo.”

Meninggalkan acara yang belum selesai mungkin bisa di sebut dengan orang yang tidak bertanggung jawab. Tapi daripada menghancurkan acara ini lebih baik pulang saja kan? Pria yang selama ini menemaninya malah menyakiti hatinya. Dunia memang kejam.

Tring~~

Bunyi itu menandakan ada pesan teks yang masuk. Hana membukanya dan membacanya.

From : Luhan

Kau harus minta maaf pada Seulgi. Aku tak mau tau. Kau sudah menyakiti perasaannya. Kalau kau tidak mau lebih baik kita tidak usah saling kenal lagi. Kalau kau tidak mau memaafkanku tidak apa asal kau minta maaf pada Seulgi.

“Hah…”
“Sampai kapanpun aku tak mau meminta maaf padanya. Itu jauh lebih baik daripada aku harus mengenalmu malah merasakan sakit.”

~~~~
Pagi yang cukup cerah sedikit membuat Hana cukup ceria pagi hari ini. Hanya saja waktu pulang moodnya kembali lagi.

“LEE HANA!!”
“APA?! Bisa nggak sih kau liat aku bahagia sehari saja eoh?”
“Ingat pesan ku kemarin malam.”
“Pesan apa?”
“Kau harus meminta maaf pada Seulgi. Cari ia sekarang juga!”
“Ohh.. SEKARANG KAU SERING MEMBENTAKKU!! KENAPA KAU MENJADI KASAR HAH?! KAU ANGGAP AKU APA 15 TAHUN INI LUHAN!!!”
“KAU JUGA!! KAU ANGGAP AKU APA SAMPAI KAU TIDAK MAU MENCERITAKANNYA PADAKU.”
“AKU PUNYA ALASAN TERSENDIRI! AKU SUDAH JELASKAN PADAMU! APA ITU MASIH KURANG?! KAU BERUBAH. BENAR-BENAR BERUBAH. LUHAN YANG DULU TIDAK SEKASAR INI. SEJAK KAPAN SEORANG LUHAN MENJADI KASAR? KAU BUKAN ORANG YANG KUKENAL TAPI ORANG LAIN. ASAL KAU TAHU AKU MENCINTAI MU. AH BUKAN TAPI KAU YANG DULU. ASAL KAU TAHU! AKU JATUH CINTA PADAMU. AKU SUDAH MENERIMA KENYATAAN TAPI APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU HAH?! PERCUMA AKU MENCINTAI MU. AKU TAHU SEMUA ORANG SAYANG DAN CINTA PADA SEULGI. IA MANIS BAIK TIDAK SEPERTI AKU KAN?! ASAL KAU TAHU RASANYA DI KHIANATI OLEH PACAR SENDIRI ITU SEPERTI APA HAH?! KENAPA SIH SEMUA ORANG MENCINTAI SEULGI. KENAPA SIH YANG SELALU TERSAKITI ITU AKU KENAPAAA!!” Air mata Hana tumpah seketika.
“Maafkan aku. Tapi aku tidak yakin kau mencintaiku.” Luhan mengatakan hal yang benar-benar tidak ia pikirkan. Otak nya berusaha mencerna semua kata yang Hana keluarkan.
“Karena kau sudah memiliki SEULGI! Percuma aku ngomong beribu-ribu kali untuk ngungkapin aku cinta sama kamu karena kamu nggak bakal percaya sama aku. Mungkin aku terlalu mencintai mu dan berharap lebih. Tapi setidaknya kau hargai sedikit perasaanku ini.”
“Bisakah kau tidak tumpahkan masalah ini pada Seulgi, Hana???!! Dia tidak salah apa-apa. Dia tidak terlibat dalam masalah ini.”
“MASA BODOH! AKU CAPEK BENAR-BENAR CAPEK NGOMONG SAMA KAU LUHAN. KAU HANYA MEMBELA SEULGI, SEULGI DAN SEULGI. KENAPA?! AKU TAHU KAU MENCINTAINYA TAPI BISAKAH KAU JAGA SEDIKIT PERASAANKU INI?! APA KAU MENGANGGAP AKU INI MUSUHMU HAH?! JAWAB AKU LUHAN! JJJAAAWWWAAABBB!!!”
“Tapi Hana ia sama sekali tidak bermasalah dalam hal ini.”
“OH YA?! BUKTINYA APA?? DIA YANG MEMBONGKAR SEMUA INI. HANYA GARA-GARA HAL SEPELE KAU JADI MEMBENTAKKU?! OH SUNGGUH KAU BUKAN LUHAN!!! CARI DAN URUS SEULGI KESAYANGANMU ITU! JANGAN CARI AKU! SEKALIPUN AKU SAKIT JANGAN CARI AKU KARENA MULAI DETIK INI JUGA AKU NGGAK AKAN MENGANGGAPMU SEBAGAI SAHABATKU LAGI!! JAUHI AKU LUPAKAN AKU. JANGAN PERNAH MENCARI KU ATAU MUNCUL DI HADAPANKU! AKU AKAN BERUSAHA MEMBUANG PERASAAN CINTAKU JAUH-JAUH!! ANGGAP KITA TIDAK PERNAH KENAL SAMA SEKALI!”
“BAGAIMANA BISA KAU BERBICARA SEPERTI INI HAH?! 15 TAHUN KITA BERSAHABAT LALU HANCUR HANYA KARENA INI?!!” Luhan yang sudah cukup sabar menahan ocehan Hana pun mulai terbawa emosi kembali.
“YANG MEMULAI SIAPA HAH?!!! YANG BERKATA SEPERTI ITU SIAPA? AKU TAK MAU MEMINTA MAAF PADA SEULGI SUDAH JELAS KAN?! SAMPAI KAPANPUN TIDAK AKAN! KALAU SUDAH HANCUR MAU BAGAIMANA??!! JADI ABU SAJA KAN SELESAI HAHA!!” Hana yang sudah malas berurusan dengan Luhan pun meninggalkan pria itu.
“Ya!! LEE HANA!! Aku belum selesai bicara!!”
Hana tak menghiraukannya. Air matanya tak dapat berhenti. Ia tidak berniat untuk melihat kebelakang. Sudah cukup penderitaannya selama ini. Sudah cukup ia di sakiti.

~~~~~
Krinnnggg~~~~

“Yeobseyo eomma?”
“……”
“Besok???!!”
“…..”
“Baiklah… Anyeong eomma.”

~~~~~
Incheon International Airport. Terlihat seorang wanita yang membawa 2 koper. Melihat jadwal keberangkatan menuju California.

“Selamat tinggal Seoul. Selamat tinggal Luhan dan kenangan pahit ku disini.” Hana tersenyum pahit.

[Untuk pesawat menuju California akan segera lepas landas di Incheon International Airport. Bersiaplah untuk memasuki pesawat dan menikmati perjalanan anda menuju California.]

“Hah.. Memang Tuhan merencanakan hal yang terbaik untuk ku. Semoga di California nanti hidupku bisa berubah. Melupakan kenangan pahitku bersama Luhan di Seoul ini. Menghabiskan waktu untuk menjadi seorang sarjana.”

~~~~~~~~~~~
“Hey kalian tau tidak?? Tadi aku menguping pembicaraan guru-guru di ruang guru. Katanya Lee Hana pindah ke California lho.”
“Iya aku juga mendengar seperti itu. Wah dia benar-benar kaya ya.”
“Iya…”

Luhan yang lewat tak sengaja mendengar pembicaraan mereka pun langsung menanyakan tentang Hana.

“Apa benar dia ke California??”
“Loh bukannya kau sahabatnya? Bagaimana kau bisa tidak tau sih? Iya hari saja batang hidungnya tidak terlihat.”
“Baiklah, gomawo.”

Luhan pun tampak bingung. Apa ini semua karena dia? Tidak. Tapi ini permintaan eomma nya Hana. Eomma nya tau bahwa Luhan sedang bertengkar dengan Hana, putrinya sendiri. Eomma nya mencoba untuk membuat Hana tenang terlebih dahulu. Karena memang Hana sedikit bersikap kurang dewasa karena ia selalu di manja. Luhan sedang bersama Seulgi di taman.

“Oppa, kau kenapa?”
“Tidak apa-apa.”
“Aku tau bahwa Hana pergi ke California.”
“Iya.”
“Oppa, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”

~~~~~~

3 years later~

Seorang wanita yang tidak asing menginjakan kakinya kembali di tanah kelahirannya Seoul. Ya, dia Lee Hana. Mungkin perasaan cinta dan sayang nya masih belum seutuhnya di lupakan. Mungkin itu akan menjadi bagian untuk di kenangnya. Ia langsung menuju sebuah kafe. Ia duduk sendiri sambil memainkan gadgetnya tapi seseorang duduk di sebelahnya.

“Anyeong..”

Suara yang sangat tidak asing baginya. Ia memberhentikan aktifitasnya memainkan gadget dan melihat lawan bicaranya. Bingo. Dia Luhan. Baru saja Hana menginjakan kakinya di Seoul, ia malah bertemu dengan Luhan.

“Ne anyeong.”
“Kenapa kau meninggalkan ku? Tak mengabari ku bahwa kau ke California.”
“Sudah ku bilang kan bahwa aku ingin melupakanmu. Bagaimana kabarmu dengan Seulgi? Apa kalian sudah tunangan? Atau kalian sudah menikah?”
“Tidak. Kita sudah putus 3 tahun yang lalu tepat pada hari keberangkatanmu.”
“Waee???”
“Ia di jodohkan oleh kedua orang tua nya. Mau tak mau aku harus menerimanya bukan?” Ntah mengapa, tak ada raut sedih dari Luhan yang keluar. Hanya sebuah senyuman.
“Tapi mengapa kau terlihat bahagia?”
“Hahhh~ itu sudah 3 tahun Hana. Bagaimana bisa aku tidak berusaha untuk move on untuk selama itu.”
“Bisa saja. Karena aku masih belum bisa melupakanmu.”
“Selama 3 tahun ini, aku menunggumu.”
“Menungguku?”
“Iya setelah kau pergi aku merasakan kehilangan. Di saat kau memarahiku rasanya hatiku benar-benar hancur. Aku baru merasakan kehilangan di saat kau sudah benar-benar pergi. Memang penyesalan selalu datang belakangan.”
“Kau tak usah berbohong!!” Hana menjawabnya sambil memajukan bibirnya.
“Aku tak berbohong Lee Hana. Aku mohon. Kali ini aku bukan meminta kau menjadi sahabatku ataupun pacarku.”
“Lalu apa??”
“Jadilah pendamping hidupku.”

Hana hanya membatu. Ia benar-benar tidak percaya akan keajaiban yang ada. Tapi ini apa?

“Karena kau lah takdirku, Lee Hana. Saranghae.”
“Nado saranghae Luhan.”

Chuuu~~~~~~